Selasa, 15 Oktober 2013

Peranan Keluarga , Sekolah & Masyarakat Dalam Perkembangan Kreativitas Anak


Bab I Pendahuluan
Perkembangan bakat dan kreativitas anak dapat ditinjau dari peranan keluarga, sekolah dan masyarakat. Seperti halnya dalam peranan keluarga , bagaimana cara orang tua dapat mengembangkan kreativitas anak, serta sikap orang tua yang memupuk dan menghambat kreativitas sang anak. Dalam lingkungan sekolah disebutkan bahwa peranan guru anak berbakat sangatlah diperlukan, termasuk karakteristik guru anak berbakat dalam melatih dan mendidik anak berbakat , sedangkan dalam lingkungan masyarakat ditinjau mengenai bagaimana peranan kebudayaan yang mampu mengembangkan kreativitas warga negaranya . Selain itu perlu juga ada motivasi intrinsik pada anak dalam mengembangkan bakat dan potensi , yang mana minat anak harus tumbuh dalam dirinya sendiri, atas keinginannya sendiri.


Rumusan masalah :
Bagaimana pengaruh peranan keluarga, sekolah dan masyarakat dalam perkembangan anak ?

Pembahasan :

Peranan Keluarga
Dalam membantu anak mewujudkan kreativitas mereka , anak perlu dilatih dalam keterampilan tertentu sesuai dengan minat pribadinya dan diberikan kesempatan untuk mengembangkan bakat atau talenta mereka.
Berdasarkan Penelitian Dacey (1989). Dalam keluarga yang memiliki remaja yang kreatif, tidak banyak aturan yang diberlakukan dibandingkan keluarga yang biasa. Orang tua yang merasakan anaknya kreatif akan mendorong dan memberikan banyak kesempatan agar si anak dapat mengembangkan bakat. Gaya hidup dan penilaian orang tua terhadap kreativitas anak juga berpengaruh dalam perkembangan kreativitas . Serta kreativitas dapat berkembang dalam suasana non- otoriter, yang memungkinkan individu untuk berpikir dan menyatakan diri secara bebas(Rogers, dalam Vernon , 1982).  Bebarapa faktor yang menentukan bagaimana sikap orang tua yang mempengaruhi kreativitas anak (menurut Amabile) yaitu : Kebebasan , respek dan kedekatan emosional yang sedang.

Dalam keluarga saya, saya  merasa bahwa kedua orang tua saya termasuk kedalam orang tua yang otoriter ,orang tua saya sulit untuk menghargai pendapat anak,serta banyak aturan-aturan  yang harus saya patuhi. Dan orang tua saya cenderung tidak memberi  kebebasan dan membatasi kegiatan saya, bahkan saya selalu diperlakukan layaknya anak kecil.  Saya juga merasa kurang memiliki kedekatan emosional dengan kedua orang tua bahkan dengan abang saya sendiri.  Walaupun demikian saya tidak terlalu khawatir dengan hal tersebut, saya yakin semua yang dilakukan oleh orang tua saya adalah yang terbaik untuk saya dan saya yakin orang tua saya menginginkan hasil yang terbaik dari saya. Saya menyadari dengan keluarga yang otoriter mungkin kreativitas akan terhambat , namun saya juga tidak terlalu khawatir dengan keadaan keluarga yang seperti itu , menurut saya peranan keluarga memang penting dalam perkembangan kreativitas , namun menurut saya peranan atau dorongan dari luar seperti lingkungan sekolah dan masyarakat jauh lebih penting dalam perkembangan kreativitas.  Selain itu dengan adanya motivasi intrinsik yang tumbuh dari dalam diri saya sendiri, dapat membantu saya dalam mengembangkan bakat kreativitas.

Peranan Sekolah
Bagi anak berbakat guru berfungsi sebagai fasilitator belajar daripada sebagai instruktur semata-mata, istilah fasilitator menunjukkan bahwa tanggung jawab akhir untuk belajar haruslah pada anak dalam menemukan dirinya, yang mana fasilitator membantu dan memudahkan anak dalam proses pengembangan dan perwujudan diri.
Menurut Davis (dikutip dalam Sisk,1987) , ciri-ciri guru anak berbakat adalah:
1.  Sikap demokratis
2.   Ramah dan memberikan perhatian perorangan
3.  Sabar, minat luas
4.  Adil, tidak memihak
5.  Memberi perhatian terhadap masalah anak
6.  Menggunakan pujian
7.   Dan mahir yang luar biasa dalam mengajar

Falsafah mengajar
Belajar sangat penting dan menyenangkan
Anak patut dihargai sebagai pribadi yang unik
Anak hendaknya menjadi pelajar yang aktif
Anak harus merasa nyaman di dalam kelas
Anak harus memiliki rasa kebanggaan di dalam kelas

Strategi Mengajar       
     Penilaian ; Penilaian guru terhadap pekerjaan murid menurut Amabile mungkin merupakan pembunuh kreativitas paling besar.   Memberikan umpan balik yang berarti daripada evaluasi yang abstrak dan tidak jelas.
Melibatkan siswa dalam menilai pekerjaan mereka sendiri dan belajar dari kesalahan mereka.
Hadiah ; Anak senang menerima hadiah dan kadang-kadang melakukan segala sesuatu untuk memperolehnya. Hadiah yang terbaik adalah yang tidak berupa materi (intangible), seperti: senyuman atau anggukan, kata penghargaan,kesempatan untuk menampilkan dan mempresentasikan pekerjaan sendiridan pekerjaan tambahan.
Pilihan ; Kreativitas tidak akan berkembang jika anak hanya dapat melakukan seseatu dengan satu cara.Berilah kegiatan belajar yang tidak berstruktur dalam struktur tertentu.


Maker (1982), karakteristik guru anak berbakat dapat digolongkan menjadi :
1.  Karakteristik filosofis :  guru anak berbakat perlu mencerminkan sikap kooperatif dan demokratis , serta mempunyai kompetensi dan minat terhadap pembelajaran
2.   Karakteristik professional : strategi untuk mengoptimalkan belajar siswa, , keterampilan bimbingan dan penyuluhan serta pemahaman psikologi siswa
3.  Karakteristik pribadi : meliputi empati, kesejatian, aktualisasi diri, dan antusiasme atau semangat
Plowman (dalam Sisk , 1987) membedakan karateristik pofesional guru anak berbakat yaitu :
1.  Assessment anak berbakat
2.  Mengetahui sifat dan kebutuhan anak berbakat
3.  Mengetahui tentang berbagai program untuk anak berbakat , minat dan komitmen terhadap pembelajaran anak berbakat
4.  Mengetahui dan mampu untuk membimbing anak berbakat dan orang tua mereka
5.  Serta mengetahui kecenderungan dalam pendidikan anak berbakat

Menurut saya peranan guru dan sekolah sangatlah penting dalam perkembangan kreativitas seorang anak, saya merasa ketika saya duduk di bangku SMA , saya memiliki seorang guru yang benar – benar dapat membimbing saya menjadi yang terbaik dan menjadi pribadi yang kreatif. Dia adalah guru fisika serta menjadi wali kelas saya, yaitu “Bpk Efendi”.  Menurut saya dia adalah seorang guru yang paling bisa mengerti dengan keadaan setiap muridnya, mampu menjadikan setiap siswanya menjadi pelajar yang aktif, dia  mempunyai sikap yang tegas, sabar, dan mahir dalam mengajar dan membimbing murid-muridnya. Disaat saya merasa jatuh, malas sekolah dan sulit untuk belajar, dia terus membimbing dan mendorong saya untuk berubah ,dengan caranya yang tegas dalam memberikan nasihat , dia berusaha keras mendidik saya agar bisa berubah dan menjadi rajin belajar dan berprestasi, serta  selalu mendukung dengan keputusan yang saya ambil. Menurut saya dia adalah guru anak berbakat yang terbaik , karena dia sangat memenuhi kriteria dari karakteristik guru anak berbakat, seperti selalu mengoptimalkan belajar siswa , empati , serta dapat memberikan bimbingan dan penyuluhan psikologi siswa.

Peranan masyarakat
Suatu masyarakat yang berdasarkan hukum yang adil, yang memungkinkan kondisi ekonomi dan psikologis yang paling baik bagi warga negaranya , merupakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan kreativitas.
Arieti (1976) mengemukakan beberapa faktor sosiokultural yang creativogenic yaitu :
1.      Tersedianya sarana-prasarana kebudayaan
2.      Keterbukaan terhadap rangsangan kebudayaan
3.      Penekanan pada becoming tidak hanya pada   being
4.      Memberikan kesempatan terhadap  media   kebudayaan bagi  semua warga negara
5.      Mengahargai rangsangan dari kebudayaan   yang  berbeda
6.      Toleransi dan minat terhadap pandangan   divergen
7.       Interaksi antara pribadi yang berarti
8.       Serta adanya penghargaan
Menurut Simonton (1978), ada tujuh perubah yang mempengaruhi perkembangan kreatif seorang individu, yaitu pendidikan formal, adanya model peran, fragmentasi politis, keadaan perang, gangguan sipil, Zeitgeist, dan ketidakstabilan politis. Kesimpulan Simonton tentang pentingnya kondisi sosiokultural terhadap perkembangan kreativitas , mengarahkan perhatian terhadap pengaruh dalam kebudayaan yang dapat memudahkan atau menghambat kreativitas anak.

Menurut pendapat saya pernanan lingkungan masyarakat mengambil peran penting dalam perkembangan kreativitas anak,dalam lingkungan tempat saya tinggal banyak tempat kursus yang dibuka untuk meningkatkan bakat dan kemampuan kreativitas anak didik, diantaranya tempat les menari, bermian musik, melukis , merakit robot, berbahasa dan lain sebagainya. Ketika saya Sd saya juga mengikuti sanggar tari, disana saya diajari banyak tari-tari tradisional dari Indonesia , saya menyadari dengan saya ikut dalam sanggar tari tentu bakat dan kreativitas akan meningkat.  Dengan tersedianya sarana dan prasarana yang ada dilingkungan masyarakat, tentu ini akan membantu setiap anak didik dalam mengembangkan bakat kreatif  dan potensi yang ada dalam diri individu.

Kesimpulan
Kesimpulan yang bisa saya ambil adalah semua peranan yang ada, baik itu pernana  dalam keluarga, sekolah, maupun masyarakat, semua sangat berperan penting dalam perkembangan kreativitas.  Dalam lingkungan keluarga tentu dibutuhkan orangtua yang mendukung dan memberikan kebebasan kepada anak untuk menjadi pribadi yang kreatif, dalam lingkungan sekolah dibutuhkan seorang guru yang demokratis, empati, serta mampu mendidik dan memberikan dukungan  yang baik terhadap siswanya , serta dalam lingkungan masyarakat yang diperlukan adalah sarana dan prasana untuk mengembangkan bakat kreatif setiap anak.


Selasa, 08 Oktober 2013

Resume : Peranan Keluarga Dalam Mengembangkan Bakat Dan Kreativitas Anak



Teori persimpangan kreativitas
    Dalam membantu anak mewujudkan kreativitas mereka anak perlu dikatih dalam keterampilan tertentu sesuai dengan minat pribadinya dan diberi kesempatan untuk mengembangkan bakat mereka.    Keberhasilan kreatif adalah persimpangan (intersection) antara keterampilan anak dalam bidang tertentu (domain skills), keterampilan berpikir dan bekerja kreatif, dan motivasi intrinsic, dan disebut juga motivasi batin (Amabile,1989). Motivasi intrinsik merupakan motivasi dari dalam , dan ekstrinsik yan ditimbulkan dari luar oleh lingkungan. Motivas intrinsik : jika anak mempunyai keinginan dan prakarsa sendiri melakukan suatu kegiatan . Motivasi ekstrinsik : jika anak menulis karena didorong orang tua dan guru.

Karakteristik keluarga yang kreatif
       Penelitian Dacey (1989) membandingkan karakteristik keluarga yang anak remajanya sangat kreatif dengan keluarga yang memiliki anak biasa saja. Dalam keluarga yang memiliki remaja yang kreatif, tidak banyak aturan yang diberlakukan dibandingkan keluarga yang biasa. Banyak di antara remaja yang kreatif pernah mengalami masa krisis dan trauma dalam kehidupannya. Humor juga merupakan ciri yang sering tampil dalam kehidupan keluarga yang kreatif. Lebih dari setengah remaja yang memiliki tingkat kreativitas yang sangat tinggi karena mempunyai orang tua yang sangat kreatif. Keluarga kreatif lebih sering pindah rumah dan merubah penataan rumah dari sebelumnya.  Orang tua yang menemukan bahwa anak mereka  mempunyai kreativitas yang sangat tinggi pada usia dini dan  cenderung mendorong dan memberikan kesempatan bagi  anak mereka  untuk mengembangkan bakat kreatifnya. Kebanyakan dari orang tua yang mempunyai keluarga kreatif mempunyai hobi yang dikembangkan disamping karier mereka. Orang tua dan anak dari keluarga kreatif cenderung berpendapat bahwa peranan sekoalh tidak penting dalam pengembangan kreativitas mereka,remaja yang kreatif cenderung lebih bekerja keras dibandingkan teman sekolah mereka . Pada kelompok remaja yang kreatif, belahan otak kanan lebih mendominasi pikiran mereka. Dalam studi ini, tidak tampak perbedaan antara jenis kelamin dalam skor kreativitas. Ternyata jumlah koleksi lebih tinggi pada remaja yang kreatif dengan koleksi yang tidak lazim.
        Kesimpulan yang dapat ditarik dari studi ini : faktor genetis versus lingkungan, aturan perilaku,tes kreativitas sebagai predictor prestasi kreatif remaja,masa kritis,humor, perumahan,pengakuan dan penguatan pada usia dini,gaya hidup orang tua,dampak dari sekoah, trauma , bekerja keras,serta penilaian orangtua mengenai kreativitas anak.

 Hubungan antar latar belakang keluarga dan kinerja anak
   Makin tinggi tingkat pendidikan orang tua maka makin baik prestasi anak, bahasa apa yang dipakai dirumah tidak tampak hubungannya dengan kinerja anak,. Sejauh mana keluarga dapat dapat mampu menyediakan fasilitas tertentu untuk anak akan menunjukkan hubungan yang positif dengan tingkat kinerja anak. Sehubungan dengan sikap orangtua dalam pendidikan , data menunjukkan bahwa perhatian merupakan determinan yang positif dari kinerja kreatif seorang anak.
   Kreativitas merupakan manifestasi dari aktualisasi diri individu yang berfungsi sepenuhnya (maslow , 1962), dan kreativitas dapat berkembang dalam suasana non- otoriter, yang memungkinkan individu untuk berpikir secara bebas.

Studi tentang keluarga anak berbakat di Indonesia
   Beberapa penelitian di Indonesia mengenai hubungan antara latar belakang keluarga, tingkat pendidikan orang tua, nilai-nilai yang ditanamkan orang tua dalam mengasuh dan mendidik anak, pada umumnya memperkuat teori dan hasil penelitian di luar negeri mengenai faktor-faktor penentu dalam meningkatkan bakat dan kinerja kreatif anak.
    Hasil studi menunjikkan bahwa orangtua anak berbakat mempunyai tingkat pendidikan, jabatan professional,dan penghasilan yang lebih tinggi. Taraf aspirasi orang tua anak berbakat sehubungan dengan pendidikan anak lebih tinggi , orang tua yang memupuk kreativitas anak adalah dengan memberikan kebebasan pada anak, menghormati keunikan anak, mempunyai hubungan emosional tetapi tidak menyebabkan ketergantungan, lebih menghargai prestasi anak, menjadi aktif, mandiri, dan menghargai kreativitas anak, dan menjadi model yang baik bagi anak.

Dampak sikap orang tua terhadap kreativitas anak
Bebarapa faktor yang menentukan bagaimana sikap orang tua yang mempengaruhi kreativitas anak (menurut Amabile ) yaitu :

Kebebasan : orangtua yang cenderung memberi kebebasan kepada anak cenderung mempunyai anak yang kreatif
Respek : anak yang kreatif biasanya memiliki orang tua yang menghormati mereka sebagai individu dan percaya akan kemampuan mereka.
Kedekatan emosional yang sedang : kreativitas anak dapat dihambat dengan suasana emosional yang mencerminkan rasa permusuhan, anak perlu merasa bahwa ia diterima dan disayangi tetapi tidak menjadi terlalu tergantung pada orang tuanya
Prestasi bukan angka : orangtua anak kreatif menghargai prestasi anak, mendorong anak untuk berusaha sebaik-baiknya dan menghasilkan karya .
Orangtua aktif dan mandiri : bagaimana sikap orang tua terhadap diri sendiri amat penting karena orang tua menjadi model utama bagi anak.
Menghargai kreativitas : anak yang kreatif memperoleh banyak dorongan dari orang tua mereka untuk melakukan hal yang kreatif  

Sikap orang tua yang menunjang kreativitas anak :
·         Mengahargai pendapat anak
·         Memberi waktu kepada anak untuk berpikir
·         Membiarkan anak mengambil keputusan sendiri
·         Mendorong kegiatan anak
·         Serta memberikan pujian yang sungguh kepada anak.

Sikap orang tua yang tidak menunjang kreativitas anak :
·         Mengatakan kepada anak bahwa dia akan dihukum jika berbuat salah
·         Orang tua ketat mengawasi kegiatan anak
·         Orang tua tidak sabar dengan anak
·         Orang tua memaksa anak untuk menyelesaikan tugas.







Rabu, 25 September 2013

Tokoh Kreatif

Seorang tokoh yang paling kreatif menurut saya adalah Ayah saya sendiri, dia adalah seseorang yang menurut saya memiliki bakat dan kreativitas yang luar biasa. Dan dia merupakan seseorang yang sangat menginspriasi untuk diri saya sendiri.

Ditinjau dari pendekatan 4P
1.Person
Ayah saya adalah seseorang yang sangat luar biasa dan pekerja keras,  menurut saya dia adalah pribadi  kreatif yang mempunyai bakat luar biasa yaitu dia mampu mendesain dan menjahit baju. 

2. Press
Menurut saya dorongan yang kuat ada pada diri ayah saya adalah ketika dia harus kuliah dengan biaya sendiri , karena alasan tersebut dia sangat terdorong untuk menghasilkan uang agar dapat membiayai kuliahnya.

3. Proses
Ketika dia sibuk untuk kuliah , dia sangat berusaha keras untuk menghasilkan ide-ide kreatif dengan  menerima tempahan - tempahan baju, mendesain dan menjahit,  yang mana nantinya akan mengahsilkan produk baju yang akan ia jual. Semua itu dilakukan agar ia dapat menghasilkan uang untuk dapat membiayai kuliahnya.

4.Produk
Dia dapat mengahasilkan produk berupa baju - baju yang ia rancang sendiri , yanng mana nantinya dapat memberikannya hasil






Selasa, 17 September 2013

Pendekatan Empat P Dalam Pengembangan Kreativitas



Makna dari Pengembangan Kreativitas       
Sebagai pribadi , maupun sebagai kelompok atau suatu bangsa , kita harus mampu memikirkan, membentuk cara-cara baru atau mengubah cara lama secara kreatif , agar kita dapat “survive” dan tidak hanyut dalam persaingan antarbangsa dan negara. Oleh karena itu , pengembangan kreativitas sejak usia dini, tinjauan dan penelitian tentang proses kreativitas, kondisi, serta cara yang memupuk dan mengembangkannya menjadi sangat penting.
Mengapa kreativitas begitu bermakna dan perlu dipupuk sejak dini?
-         Karena dengan berkreasi orang dapat mewujudkan dirinya, dan perwujudan atau aktualisasi diri merupakan kebutuhan pokok pada tingkat tertinggi dalam hidup manusia (Maslow 1967). Kreativitas merupakan manifestasi dari individu yang berfungsi sepenuhnya.
-         Kreativitas sebagai kemampuan untuk melihat bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah , merupakan pemikiran yang sampai saat ini masih kurang mendapatkan perhatian dalam pendidikan (Guilford 1967). Disekolah yang terutama dilating adalah penerimaan pengetahuan , ingatan, dan penalaran (berfikir logis).
Teori Empat P yang Melandasi Pengembangan Kreativitas
1.     Teori tentang pembentukan pribadi kreatif
a.     Teori psikoanalisis : melihat kreativitas sebagai hasil mengatasi suatu masalah , yang dimulai dimasa kanak-kanak. Pribadi kreatif dianggap sebagai seseorang yang mempunyai pengalaman traumatis,yang dihadapi dengan memungkinkan gagasan yang disadari dan yang tidak disadari bercampur menjadi pemecahan inovatif dari trauma.
·        Teori Freud
Sigmund Freud (1856-1939) tokoh yang menjelaskan proses kreatif dari mekanisme pertahanan, yang merupakan upaya tak sadar untuk menghindari kesadaran mengenai ide yang tidak menyenangkan atau yang tidak dapat diterima. Freud percaya bahwa mekanisme sublimasi merupakan penyebab utama dari kreativitas . Kaitan antara kebutuhan seksual yang tidak disadari dan kreativitas mulai pada tahun pertama dari kehidupan. Menurut Freud orang hanya didorong untuk menjadi kreatif jika mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan seksual secara langsung.
·        Teori Kris
Ernest Kris menekankan bahwa mekanisme pertahanan regresi (beralih ke sebelumnya yang akan memberi kepuasan, jika perilaku sekarang tidak berhasil atau tidak memberi kepuasan) juga sering muncul dalam tindakan kreatif. Jika seseorang mampu untuk “regress” ke kerangka berpikir , rintangan antara alam pikiran sadar dan tidak sadar menjadi kurang, dan bahan yang yang tidak disadari yang sering mengandung benih kreativitas dapat menembus kea lam kesadaran.
·        Teori Jung
Carl jung percaya bahwa ketidaksadaran memainkan peranan yang penting dalam kreativitas tingkst tinggi. Yang mana alam pikiran yang tidak disadari dibentuk oleh masa lalu pribadi. Dari ketidaksadaran kolektif timbul penemuan,teori, seni dan karya baru lainnya.Proses ini yang menjadi lanjutan dari eksistensi manusia.


b.     Teori Humanistik : melihat kreativitas sebagai hasil dari kesehatan psikologis tingkat tinggi. Yang dapat berkembang sepanjang hidup.
·        Teori Maslow
Menurut maslow pendukung utama dari humanistik, manusia mempunyai naluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan. Proses perwujudan diri menjadi erat berkaitan dengan kreativitas.
·        Teori Rogers
Menurut carl rogers tiga kondisi dari pribadi yang kreatif adalah : Keterbukaan terhadap pengalaman,  kemampuan untuk menilai situasi sesuai dengan patokan pribadi seseorang dan kemampuan untuk bereksperimen , untuk bermain dengan konsep-konsep.

c.      Ciri- ciri kepribadian kreatif
Biasanya anak yang kreatif selalu ingin tahu, memiliki minat yang luas, dan menyukai kegemaran dan aktivitas yang kreatif. Treffinger mengatakan bahwa pribadi yang kreatif biasanya lebih terorganisasi dalam tindakan. Ciri yang lebih serius pada orang berbakat adalah ciri seperti idealism , kecenderungan untuk melakukan refleksi , merenungkan peran dan tujuan hidup serta makna atau arti dari keberadaan mereka.  Ciri kreatif lainnya ialah kecenderungan untuk lebih tertarik pada hal yang rumit dan misterius.

2.     Teori tentang “press”
Kreativitas anak agar dapat terwujud membutuhkan adanya dorongan dalam diri individu (motivasi intrinsik) maupun dorongam dari lingkungan ( ekstrinsik)

a.     Motivasi untuk kreativitas
Pada setiap orang ada dorongan untuk mewujudkan potensinya, mewujudkan dirinya dan dorongan untuk berkembang dan menjadi matang . Dorongan ini merupakan motivasi primer untuk kreativitas ketika individu membentuk hubungan baru dengan lingkungannya dalam upaya menjadi dirinya sepenuhnya. Yang mana dorongan terseut berd=sifat internal ada didalam diri individu itu sendiri.
b.     Kondisi Eksternal yang mendorong perilaku kreatif
Keamanan psikologis
Dapat terbentuk dengan 3 proses yang saling berhubungan :
Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala kelebihan dan keterbatasannya , mengusahakan suasana yang didalamnya evaluasi eksternal tidak ada, dan memberikan pengertian secara empatis.
Kebebasan psikologis
Permissiveness ini memberikan pada anak kebebasan dalam berpikir atau merasa sesuai dengan apa yang ada didalam dirinya. Mengekspresikan dalam tindakan konkret perasaannya tidak selalu dimungkinkan, karena hidup dalam masyarakat ada batasnya, tetapi ekspresi secara simbolis hendaknya dimungkinkan.

3.     Teori tentang proses kreatif
a.     Teori wallas
Teori Wallas yang dikemukakan pada tahun 1926 dalam bukunya The art of thought , yang menyatakan bahwa proses kreatif meliputi empat tahap yaitu persiapan, inkubasi,iluminasi dan verifikasi. Pada tahap pertama seseorang mempersiapkan diri untuk memecahkan masalah dengan belajar berfikir, mencari jawaban, dsb. Pada tahap kedua, individu seakan-akan sementara  melepaskan diri dari masalah tersebut , dalam arti ia tidak memikirkan masalahnya secara sadar. Tahap iluminasi adalah tahap timbulnya “insight” , saat timbulnya inspirasi baru , beserta proses psikologis yang mengawali gagasan baru. Dan tahap terakhir yaitu tahap verifikasi adalah tahap dimana ide atau kreasi baru harus diuji terhadap realitas. Yang memerlukan pemikiran kritis dan konvergen.
b.     Teori tentang belahan otak kanan dan kiri
Pada umumnya orang lebih bisa menggunakan tangan kanan, (dominasi belahan otak kiri), namun ada juga orang yang termasuk kidal ( left – handed) , yang mana mereka dikuasai oleh otak kanan. Dihipotesiskan bahwa otak kanan berkaitan dengan fungsi kreatif , sehingga terjadi “dichotomania” , membagi semua fungsi mental menjadi fungsi belahan otak kananatau kiri.

4.     Teori tentang produk kreatif
Pada pribadi kreatif , jika memiliki kondisi pribadi dan lingkungan  yang menunjang maka diprediksikan bahwa produk kreativitasnya akan muncul.
Cropley menunjukkan hubungam  antara tahap-tahapproses kreatif (wallas) dan produk yang dicapai. Ia menekankan bahwa produk kreatif membutuhkan kombinasi antara ciri psikologis yang berinteraksi sebagai berikut : sebagai hasil berfikir konvergen atau inteligensi, yang mana manusia memiliki seperangkat unsur mental.

a.     Hukum paten dalam penilaian produk penemuan
Hukum paten AS mempertimbangkan unsur berikut dalam memberikan hak paten kepada investor yaitu : kegiatan intelektual yang bermutu mendahului penemuan, gagasannya jelas dalam mengatasi masalah , serta produk harus berguna dan merupakan kemajuan.

b.     Model dari Besemer dan Treffinger
Besemer dan Treffinger menyarankan bahwa produk kreatif dapat digolongkan menjadi tiga kategori yaitu : 1. Kebaruan (novelty), 2. Pemecahan (resolution) , serta kerincian atau elaboration dan sintesis. Yang mana masing-masing meliputi sejumlah atribut
Kebaruan adalah sejauh mana produk itu baru dalam hal jumlah dan proses yang baru serta teknik yang baru. Pemecahan menyangkut derajat sejauh mana produk itu memenuhi kebutuhan dari situasi bermasalah. Elaborasi dan sintesis merujuk pada derajat sejauh mana produk itu menggabung unsur-unsur yang tidak sama  atau serupa menjadi keseluruhan yang canggih dan koheren.
c.      Model penilaian kreativitas dalam mengarang.
Skala penilaian tersebut meliputi 4 kriteria dari berpikir kreatif yaitu kelancaran, kelenturan ,keaslian dan kerincian. Setiap dari 4 kriteria tersebut terdiri dari 5 komponen, dengan demikian ada 20 yang dinilai. Untuk setiap butir diberi skor 1 sehingga skor maksimal yang didapat adalah 20.
Strategi 4P dalam pengembangan kreativitas
1.     Pribadi
Kreativitas adalah ungkapan dari keunikan individu dalam interaksi dengan lingkungannya. Ungkapan kreatif adalah yang mencerminkan orisinalitas dari individu tersebut. Dari ungkapan pribadi yang unik inilah dapat diharapkan timbulnya ide-ide baru dan produk yang inovatif. Olehh karena itu pendidik hendaknya dapat menghargai keunikan pribadi dan bakat siswanya.

2.     Pendorong (press)
Bakat kreatif siswa akan terwujud jika ada dorongan dan dukungan dari lingkungannya , ataupun jika ada dorongan kuat dari dirinya sendiri untuk menghasilkan sesuatu.

3.     Proses
Untuk mengembangkan kreativitas , anak perlu diberi kesempatan untuk bersibuk diri secara kreatif . Dalam hal ini yang penting ialah memberi kebebasan kepada anak untuk mengekspresikan dirinya secara kreatif , dengan membantu mengusahakan sarana prasarana yang diperlukan.

4.     Produk
Kondisi yang memungkinkan seseorang menghasilkan produk kreatif yang bermakna ialah kondisi pribadi dan kondisi lingkungan, yang sejauh mana keduanya mendorong seseorang untuk melibatkan dirinya dalam proses kreatif

Strategi 4p untuk penelitian tentang kreativitas
Kreativitas dapat ditinjau dari perspektif yang berbeda tetapi saling berkaitan yaitu pribadi , pendorong , proses dan produk. Setiap perspektif dapat ditinjau dengan meneliti aspek 5w dan 1H ( who, what, why, when , where and how?) dalam penelitian kreativitas.