Jumat, 03 Mei 2013

Inovasi

Inovasi adalah proses menemukan atau mengimplementasikan sesuatu yang baru ke dalamsituasi yang baru. Konsep kebaruan ini berbeda bagi kebanyakan orang karena sifatnya relative(apa yang dianggap baru oleh seseorang atau pada suatu konteks dapat menjadi sesuatu yang meruapakan lama bagi orang lain dalam konteks lain).Inovasi adalah memikirkan dan melakukan sesuatu yang baru yang menambah atau menciptakan nilai-nilai manfaat. Untuk menghasilkan perilaku inofatif seseorang harus melihat inovasi secara mendasar sebagai proses yang dapat dikelola.
 

CARA MENINGKATKAN INOVASI
Untuk menghadapi dinamika perubahan dan kompetisi yang sangat tajam dan ketat dandemi keberangsungan hidup organisasi itu sendiri, maka setiap orang dalam organisasi dituntut untuk dapat berfikir dan bertindak secara inovatif. Paul Sloane dalam sebuah tulisannya memaparkan cara untuk meningkatkan inovasi :
1.Memiliki visi untuk berubah
Jangan berharap suatu tim akan menjadi inovatif apabila mereka tidak mengetahui tujuanyang hendak dicapai ke depan. Inovasi harus memiliki tujuan dan seorang pemimpin harusmampu menyatakan dan mendefinisikan tujuan secara jelas sehingga setiap orang dapatmemahami dan mengingatnya. Para pemimpin besar banyak meluangkan waktu untuk menggambarkan dan menjelaskan visi, tujuan dan tantangan masa depan kepada setiap orang . Mereka berusaha meyakinkan setiap orang akan peran pentingnya dalam upaya mencapai visi dan tujuan, serta dalam menghadapi berbagai tantangan. Mereka mengilhami kepada setiaporang untuk menjadi enterpreneur yang bersemangat dan menemukan cara-cara yang inovatif untuk memperoleh kesuksesan.
2. Memerangi ketakutan akan perubahan
Para pemimpin inovatif senantiasa mengobarkan semangat pentingnya perubahan.Mereka berusaha menggantikan kepuasan atas kemapanan yang ada dengan kehausan akanambisi. Mereka akan berkata, ” Saat ini kita memang sedang melakukan hal yang baik, tetapi kitatidak boleh berhenti dan berpuas diri dengan kemenangan yang ada, kita harus melakukan hal-hal yang lebih baik lagi”. Mereka menyampaikan pula bahwa saat ini kita sedang melakukansuatu spekulasi baru yang penuh resiko, dan jika kita tidak bergerak  maka akan jauh lebih berbahaya. Mereka memberikan gambaran menarik tentang segala sesuatu yang hendak diraih pada masa mendatang. Oleh karena itu, satu-satunya cara menuju ke arah sana yaitu dengan berusaha memeluk perubahan
3. Berfikir Seperti Pemodal yang Berani Mengambil Resiko
Seorang pemodal yang berani mengambil resiko akan menggunakan pendekatan portofolio, berusaha mencari keseimbangan antara kegagalan dengan kesuksesan. Mereka senangmempertimbangkan berbagai usulan atau gagasan tetapi tetap merasa nyaman dengan berbagai pemikiran yang menggambarkan tentang kegagalan-kegagalan yang mungkin akan diterima.
4. Memiliki Suatu Rencana Usulan yang Dinamis
Anda harus memfokus pada rencana usulan yang benar-benar hebat, setiap rencanamudah dilaksanakan, sumber tersedia dengan baik, responsif dan terbuka untuk semuanya.Berikan penghargaan dan respons yang wajar kepada karyawan serta para senior harus memiliki komitmen agar karyawan tetap dapat menjaga kesegarannya dalam melaksanakan setiap pekerjaan.
5. Mematahkan Aturan
Untuk mencapai inovasi yang radikal ,anda harus memiliki keberanian manantang berbagai asumsi aturan yang ada di sekitar lingkungan. Bisnis bukan seperti permainan olah ragayang selalu terikat dengan aturan dan keputusan wasit, tetapi bisnis tak ubahnya seperti seni,yang di dalamnya memiliki banyak kesempatan untuk berfikir secara lateral, sehingga mampumenciptakan cara-cara baru tentang aneka benda dan jasa yang diinginkan para pelanggan.
6.Kolaborasi
Beberapa eksekutif perusahaan memandang kolaborasi sebagai kunci sukses dalaminovasi. Mereka menyadari bahwa tidak semua dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan pada sumber-sumber internal. Oleh karena itu, mereka melihat dunia luar dan mengajak organisasi lain sebagai mitra, sehingga bisa saling bertukar pengalaman dan keterampilan dalamteam.
7. Menerima kegagalan
Pemimpin inovatif mendorong terbentuknya budaya eksperimen. Setiap orang harus dibelajarkan bahwa setiap kegagalan merupakan langkah awal dari perjalanan jauh menunju kesuksesan. Untuk menjadi orang benar-benar cerdas dan tangkas, setiap orang harus diberi kebebasan berinovasi, bereksperimen dan memperoleh kesuksesan dalam melakukan pekerjaannya, termasuk didalamnya mereka juga harus diberi kebebasan akan kemungkinan terjadinya kegagalan.
8. Membangun prototype
Anda harus berani mencobakan suatu ide baru yang biaya dan resikonya relatif rendah kedalam pasar (dunia nyata), kemudian lihat apa reaksi dari pelanggan dan orang-orang. Di sanas esungguhnya Anda akan lebih banyak belajar tentang dunia nyata, dibandingkan jika Anda hanya melakukan uji coba dalam laboratorium atau terfokus pada sekelompok orang saja.
9. Bersemangat
Anda harus fokus terhadap segala sesuatu yang ingin dirubah. Siap dan senantiasa bergairah dan bersemangat dalam menghadapi dan menanggulangi berbagai tantangan.
 

kreativitas

kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan (concept) baru, atau hubungan baru antara gagasan dan anggitan yang sudah ada.Dari sudut pandang keilmuan, hasil dari pemikiran berdayacipta (creative thinking) (kadang disebut pemikiran bercabang) biasanya dianggap memiliki keaslian dan kepantasan. Sebagai alternatif, konsepsi sehari-hari dari daya cipta adalah tindakan membuat sesuatu yang baru.
Daya cipta atau kreativitas dalam kemasakinian sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor: keturunan dan lingkungan.

Dalam prosesnya melibatkan mental yang memunculkan gagasan atau konsep baru, memunculkan gagasan atau konsep baru,atau hubungan baru antara gagasan dan
atau hubungan baru antara gagasan dankonsep yang sudah ada.

BAGAIMANA MEMBANGKITKAN KREATIVITAS
* Tingkatkan kembali hasrat, kepekaan, minat, rasa ingin tahu, mendalam
  dalam berfikir, konsentrasi, siapmencoba dan melaksanakan, sabar,
  mencoba dan melaksanakan, sabar, optimis dan mampu kerja sama.
* Menyiapkan diri dalam megahadapi tantangan secara kreatif
* Meluaskan pengetahuan 

 

Inteligensi

Intelegensi adalah keahlian memecahkan masalah dan kemampuan untuk beradaptasi pada, dan belajar dari, pengalaman hidup sehari-hari. Minat terhadap intelejensi sering kali difokuskan pada perbedaan individual dan penilaian individual

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Intelegensi
a.    Pembawaan
Ialah kemampuan / potensi yang dibawa sejak lahir
b.    Kematangan
Ialah kesiapan suatu fungsi atau potensi untuk dikembangkan
c.    Pembentukan
Ialah segala faktor luar yang akan mempengaruhi perkembangan intelegensi
d.    Minat
Ialah sikap senang terhadap sesuatu hal
e.    Kebebasan
Ialah kondisi psikologi yang dapat mempengaruhi sikap, performance / aktivitas seseorang dalam berbuat / mencapai tujuan dalam mewujudkan dirinya.

Ciri-Ciri Perbuatan Intelegensi
Dari beberapa pendapat yang telah diungkapkan oleh para ahli, maka kan diperoleh suatu pengertian intelegensi dengan memberikan ciri-ciri individu. Yang dikatakan intelegensi yaitu:
1. Kemampuan menyelesaikan masalah. Anak dapat dikatakan mempunyai kecerdasan (inteligen) yang baik jika ia mampu menyelesaikan masalahnya sendiri
2. Kemampuan menciptakan / mengkombinasikan sesuatu yang baru. Seseorang dalam perkembangannya menggunakan daya cipta, sebagai hasil kreativitas yang diperoleh dari potensi dasar yang dimiliki anak tersebut
3. Kemampuan menemukan sesuatu yang baru, yang diperoleh dari hasil pengamatan atau pengalamannya terhadap lingkungan
Intelegensi dan berpikir adalah dua hal yang saling berkaitan. Berpikir melibatkan manipulasi dan transformasi informasi dalam memori. Kita dapat berpikir secara konkret (membayangkan) dan abstrak (merenungkan).
Kita juga dapat berpikir tentang masa lampau dan masa depan bagaimana cara mengatasinya, semua itu tidak terlepaas dari kecerdasan dan berpikir. Keterpaduan antara intelegensi dan berpikir dapat memperoleh tipe-tipe berpikir. Berpikir kritis, berpikir ilmiah dan penyelesaian masalah.

Intelegensi dan berpikir adalah dua hal yang saling berkaitan. Berpikir melibatkan manipulasi dan transformasi informasi dalam memori. Kita dapat berpikir secara konkret (membayangkan) dan abstrak (merenungkan).
Kita juga dapat berpikir tentang masa lampau dan masa depan bagaimana cara mengatasinya, semua itu tidak terlepaas dari kecerdasan dan berpikir. Keterpaduan antara intelegensi dan berpikir dapat memperoleh tipe-tipe berpikir. Berpikir kritis, berpikir ilmiah dan penyelesaian masalah.
 


Kecerdasan majemuk

Kecerdasan majemuk multi menyatakan bahwa kecerdasan merupakan potensi biologis asli manusia dengan kemampuan khusus. Ada delapan tipe kecerdasan dalam Multiple Intelligences:

1) Kecerdasan Bahasa
Mengacu pada penggunaan efektif bahasa lisan atau tertulis dan  kemampuan bahasa. Siswa ini cenderung baik dalam tata bahasa, fonologi, bahasa, dikombinasikan dengan pembelajaran praktis dan kemampuan untuk menggunakannya dengan lancar. Siswa cerdas bahasa yang kuat seperti bermain dengan kata-kata, menikmati membaca, diskusi dan menulis.

2. Kecerdasan matematika-logika
Kecerdasan matematika-logika menunjukkan kemampuan seseorang dalam berpikir secara induktif dan deduktif, berpikir menurut aturan logika, memahami dan menganalisis pola angka-angka, serta memecahkan masalah dengan menggunakan kemampuan berpikir. Peserta didik dengan kecerdasan matematika-logika tinggi cenderung menyenangi kegiatan menganalisis dan mempelajari sebab akibat terjadinya sesuatu.
3.   Kecerdasan musikal
Kecerdasan musikal menunjukkan kemampuan seseorang untuk peka terhadap suara-suara nonverbal yang berada di sekelilingnya, termasuk dalam hal ini adalah nada dan irama.
Peserta didik jenis ini cenderung senang sekali mendengarkan nada dan irama yang indah, entah melalui senandung yang dilagukannya sendiri, mendengarkan tape recorder, radio, pertunjukan orkestra, atau alat musik dimainkannya sendiri. Mereka juga lebih mudah mengingat sesuatu dan mengekspresikan gagasan-gagasan apabila dikaitkan dengan musik.
4.   Kecerdasan visual-spasial
Kecerdasan visual-spasial menunjukkan kemampuan seseorang untuk memahami secara lebih mendalam hubungan antara objek dan ruang. Peserta didik ini memiliki kemampuan, misalnya, untuk menciptakan imajinasi bentuk dalam pikirannya atau kemampuan untuk menciptakan bentuk-bentuk tiga dimensi seperti dijumpai pada orang dewasa yang menjadi pemahat patung atau arsitek suatu bangunan.
Kemampuan membayangkan suatu bentuk nyata dan kemudian memecahkan berbagai masalah sehubungan dengan kemampuan ini adalah hal yang menonjol pada jenis kecerdasan visual-spasial ini. Peserta didik demikian akan unggul, misalnya dalam permainan mencari jejak pada suatu kegiatan di kepramukaan.
5. kecerdasan intrapersonal
Orang yang cerdas secara intrapersonal lebih mengacu pada pengetahuan diri, dan mengukur pada kapasitas yang tepat untuk bertindak secara bijaksana. Mereka biasanya menyadari batin, emosi, niat, motivasi, temperamen, dan keinginan, serta kemampuan untuk disiplin diri, pengetahuan diri dan harga diri. Cerdas dan kesadaran diri yang kuat biasanya mampu mempertahankan buku harian atau kebiasaan tidur control diri, memahami kekuatan dan kelemahan; sering mundur untuk merencanakan tujuan hidup. Anak-anak dalam kategori ini belajar terbaik mendalam melalui refleksi diri, menulis jurnal, penelitian. Bagi mereka, lingkungan belajar yang ideal bagi mereka mungkin sendirian atau mandiri. 
6. Kecerdasan interpersonal
Kecerdasan interpersonal menunjukkan kemampuan seseorang untuk peka terhadap perasaan orang lain. Mereka cenderung untuk memahami dan berinteraksi dengan orang lain sehingga mudah bersosialisasi dengan lingkungan di sekelilingnya.
Kecerdasan semacam ini juga sering disebut sebagai kecerdasan sosial, yang selain kemampuan menjalin persahabatan yang akrab dengan teman, juga mencakup kemampuan seperti memimpin, mengorganisir, menangani perselisihan antar teman, memperoleh simpati dari peserta didik yang lain, dan sebagainya.
7. Kecerdasan kinestetik
Kecerdasan kinestetik menunjukkan kemampuan seseorang untuk secara aktif menggunakan bagian-bagian atau seluruh tubuhnya untuk berkomunikasi dan memecahkan berbagai masalah.
Hal ini dapat dijumpai pada seseorang yang unggul pada salah satu cabang olahraga, seperti bulu tangkis, sepakbola, tenis, renang, dan sebagainya, atau bisa pula dijumpai pada peserta didik yang pandai menari, terampil bermain akrobat, atau unggul dalam bermain sulap.
8.   Kecerdasan naturalis
Kecerdasan naturalis menunjukkan kemampuan seseorang untuk peka terhadap lingkungan alam, misalnya senang berada di lingkungan alam yang terbuka seperti pantai, gunung, cagar alam, atau hutan.
Seseorang dengan kecerdasan seperti ini cenderung suka mengobservasi lingkungan alam seperti aneka macam bebatuan, jenis-jenis lapisan tanah, aneka macam flora dan fauna, benda-benda angkasa, dan sebagainya.

Otak Manusia

Otak akan mengendalikan semua fungsi tubuh Anda. Otak merupakan pusat dari keseluruhan tubuh. Jika otak sehat, maka akan mendorong kesehatan tubuh serta menunjang kesehatan mental. Sebaliknya, apabila otak terganggu, maka kesehatan tubuh dan mental bisa ikut terganggu.
Otak manusia terbagi menjadi otak kiri dan otak kanan. Dimana bagian dari otak tersebut merepresentasikan cara kita dalam berpikir dan bertindak. Penggunaan otak manusia dalam kegiatan atau aktivitas-aktivitas setiap hari menyebabkan daya kembang otak yang berbeda dari setiap orang, naluri, daya tangkap, pola pikir, bahkan response dari suatu tindakan.
Otak kiri
Otak kiri termasuk dalam kategori short term memory ( Memori jangka pendek), dimana otak kiri berperan dalam logika seseorang dalam memecahkan suatu pola masalah, kemampuan matematis dan verbal. Daya tangkap otak kiri yaitu berbicara, menulis, dan berhitung.
Otak Kanan
Otak kanan termasuk dalam kategori long term memory ( Memori jangka panjang), dimana orang yang memiliki dominan otak kanan memiliki tingkat kreatifitas tinggi dalam merekayasa suatu imajinasi menjadi pola gambar, mengambil sudut pandang dari suatu permasalahan, memiliki tingkat ekspresi maupun emosional yang aktif. Daya tangkap otak kanan yaitu gambar, suara, imajinasi dan emosi.

Otak dibagi menjadi empat bagian, yaitu:

1. Cerebrum (Otak Besar)
Cerebrum adalah bagian terbesar dari otak manusia yang juga disebut dengan nama Cerebral Cortex, Forebrain atau Otak Depan. Cerebrum merupakan bagian otak yang membedakan manusia dengan binatang. Cerebrum membuat manusia memiliki kemampuan berpikir, analisa, logika, bahasa, kesadaran, perencanaan, memori dan kemampuan visual. Kecerdasan intelektual atau IQ Anda juga ditentukan oleh kualitas bagian ini.
2. Cerebellum (Otak Kecil)
Otak Kecil atau Cerebellum terletak di bagian belakang kepala, dekat dengan ujung leher bagian atas. Cerebellum mengontrol banyak fungsi otomatis otak, diantaranya: mengatur sikap atau posisi tubuh, mengkontrol keseimbangan, koordinasi otot dan gerakan tubuh.
3. Brainstem (Batang Otak)
Batang otak (brainstem) berada di dalam tulang tengkorak atau rongga kepala bagian dasar dan memanjang sampai ke tulang punggung atau sumsum tulang belakang. Bagian otak ini mengatur fungsi dasar manusia termasuk pernapasan, denyut jantung, mengatur suhu tubuh, mengatur proses pencernaan, dan merupakan sumber insting dasar manusia yaitu fight or flight (lawan atau lari) saat datangnya bahaya.
4. Limbic System (Sistem Limbik)
Sistem limbik terletak di bagian tengah otak, membungkus batang otak ibarat kerah baju. Limbik berasal dari bahasa latin yang berarti kerah. Bagian otak ini sama dimiliki juga oleh hewan mamalia sehingga sering disebut dengan otak mamalia. Komponen limbik antara lain hipotalamus, thalamus, amigdala, hipocampus dan korteks limbik. Sistem limbik berfungsi menghasilkan perasaan, mengatur produksi hormon, memelihara homeostasis, rasa haus, rasa lapar, dorongan seks, pusat rasa senang, metabolisme dan juga memori jangka panjang.

Perbandingan Kerja Otak Kiri dan Kanan:
1.     Simbol vs Gambar
2.     Runtut/Sekuen vs Acak/Random
3.     Logika vs Kreatif/Seni
4.     Detail ke Global vs Global ke detail.
5.     Setahap demi setahap vs Langsung