Senin, 28 Oktober 2013

TESTIMONI UTS ONLINE

Saya akan menjelaskan testimoni dari uts online berdasarkan teori kreativitas

Menurut saya dengan adanya konsep ujian online seperti yang sedang dilaksanakan pada mata kuliah kreativitas saat ini adalah metode yang sangat baik dalam menunjang kemampuan bepikir dengan kreatif . Mengapa saya mengatakan demikian? Karena dengan diberikannya waktu yang panjang untuk mengerjakan soal uts, dari situlah  kita harus bisa memanfaatkan waktu yang diberikan dengan sebaik-baiknya, yang mana kita harus mampu berproses untuk  menghasilkan jawaban yang terbaik. Selanjutnya saya akan mencoba menjelaskan berdasarkan teori 4p yaitu :

1.      Person

Menurut Hulbeck (1945) tindakan kreatif muncul  dari keunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan lingkungannya. Dimensi kepribadian atau motivasi meliputi ciri – ciri dorongan untuk berpartisipasi dan mendapat pengakuan, keuletan dalam mengahadapi rintangan , serta pengambilan risiko yang moderat .
Dari definisi pribadi adalah diawali dari diri saya sendiri yang berusaha untuk menjawab semua soal yang telah Dosen Pengampu berikan, dengan menggunakan seluruh kemampuan yang ada untuk menghasilkan seluruh jawaban yang terbaik.

2.      Process

Definisi mengenai proses yang terkenal adalah definisi Torrance (1988) tentang kreativitas yang pada dasarnya meliputi seluruh proses kreatif dan ilmiah mulai dari menemukan masalah sampai dengan menyampaikan hasil. Menurut saya, definisi proses itu sendiri mengacu pada bagaimana kita berproses dalam  mempersiapkan diri dalam pemecahan masalah dengan belajar berpikir. Dalam pengembangan kreativitas  seseorang perlu diberikan kesempatan untuk bersibuk diri secara kreatif  serta diberikan kebebasan dalam mengekspresikan diri sendiri.
Dimulai dari proses berpikir mengenai bagaimana cara untuk membuat jawaban yang terbaik, mencari jawaban dengan baik dari refrensi buku yang ada, kemudian mengumpulkan seluruh ide-ide yang ada mengenai jawaban, dan membuat kesimpulan untuk jawaban tersebut.

3.      Press (dorongan)

Bakat kreatif seseorang akan terwujud dalam lingkungan yang mendukung , tetapi dapat pula terhambat dalam lingkungan yang tidak menunjang . Jadi menurut pendapat saya pribadi, definisi press ini sendiri mengacu pada dorongan yang ada dalam diri individu (motivasi intrinsik), maupun dorongan dari lingkungan (motivasi ekstrinsik), yang mana dorongan tersebut sangat membantu dalam perkembangan kreativitas.
Pendorong yang pertama adalah dari diri sendiri (internal)  yaitu untuk mengahasilkan suatu jawaban yan terbaik dan dorongan yang lainnya berasal dari dorongan eksternal seperti halnya waktu yang telah ditentukan untuk menyelesaikan seluruh jawaban yang ada, sehingga saya berusaha sebaik mungkin untuk menyelesaikan jawaban dengan baik

4.      Product (produk hasil)

Menurut Haefele (1962), kreativitas merupakan kemampuan untuk membuat kombinasi baru yang mempunyai makna sosial . sedangkan menurut definisi Barron kreativitas merupakan kemampuan untuk menghasilkan atau menciptakan sesuatu yang baru. Menurut Rogers (dalam Vernon 1982), kriteria dari produk kreatif adalah; produk itu harus nyata,baru dan merupakan hasil dari kualitas unik individu dalam interaksi dengan lingungannya. Kondisi yang memungkinkan seseorang menciptakan produk kreatif yang bermakna adalah kondisi pribadi dan kondisi  lingkungan, yaitu sejauh mana keduanya mendorong(press)  seseorang untuk melibatkan dirinya dalam proses kegiatan kreatif.
Sebelumnya dengan saya berusaha untuk menyelesaikan seluruh jawaban yang ada dengan menggagaskan seluruh usaha dan kemampuan saya, produk atau hasil yang saya dapat adalah nilai terbaik yang telah diberikan oleh Dosen Pengampu.


Kesimpulan : kreativitas dalam perkembangannya sangat terkait dengan empat aspek, yaitu pribadi,pendorong,proses dan produk. Ditinjau dari aspek pribadi ,kreativitas akan muncul dari interaksi pribadi dengan lingkungannya. Ditinjau dari proses, seseorang mengamati dan merasakan adanya masalah, membuat dugaan tentang kekurangan masalah tersebut, menilai dan menguji dugaan, dan akhirnya menyampaikan hasil-hasilnya. Selanjutnya definisi mengenai produk kreativitas menenkankan bahwa apa yang dihasilkan dari proses kreativitas,ialah sesuatu yang baru ,orisinal dan bermakna. Ditinjau dari aspek pendorong kreativitas dalam perwujudannya memerlukan dorongan internal maupun dorongan eksternal dari lingkungan.

Jadi dengan adanya  konsep ujian online ini sangat membantu setiap mahasiswa dalam berpikir kreatif, dengan berusaha sebaik mungkin menggunakan waktu yang ada untuk berproses,mengupulkan ide-ide kreatif untuk mendapatkan jawaban yang terbaik , serta menghasilkan sebuah jawaban yang terbaik guna memperoleh hasil yang terbaik.Selain itu dengan konsep ini, semua mahasiswa pasti menggunakan seluruh kemampuan dan talentanya untuk menjadi apa yang ia mampu untuk mewujudkan potensinya. 

Selasa, 22 Oktober 2013

KONSEP PERFORMA KREATIVITAS KELOMPOK 4




Kami dari kelompok 4 pada performa kreativitas akan mempresentasikan video berupa proses pembuatan kue. Kelompok kami membuat nama 'khusus' untuk kue ini,yaitu "creativity chocolate cake".Nah kenapa kami menyebut konsep ini sebagai performa kreatif? karena menurut kelompok kami , membuat kue bukanlah proses yang mudah seperti yang kita bayangkan , diperlukan keterampilan dan ketekunan untuk menghasilkan kue yang 'sesuai', ditambah lagi pada saat proses menghias kue , dibutuhkan ide-ide kreatif untuk  menghasilkan penampilan kue yang terlihat menarik.
Disini terlebih dahulu kami akan menjelaskan bagaimana proses 'kreatif' ini berlangsung . Pertama sekali kami akan membeli bahan yang akan dibutuhkan untuk proses pembuatan kue (dan akan kami dokumentasikan!) , lalu kami akan pergi ke salah satu rumah dari anggota kelompok kami, kemudian disanalah kami akan bekerja keras untuk menghasilkan "creativity chocolate cake" tersebut, yang mana prosesnya meliputi memanggang dan menghias kue.
Sekian pemaparan singkat mengenai konsep performa kreativitas kami . SEE YOU &  WAIT FOR OUR NEXT VIDEO , GUYS :) 



Ditinjau dari teori 4p:

  Person :

Berdasarkan aspek ini, kreativitas merupakan ungkapan dari keunikan individu dalam interaksi dengan lingkungannya. Ungkapan kreatif inilah yang mencerminkan originalitas dari masing-masing individu.

Menurut Hulbeck (1945) tindakan kreatif muncul  dari keunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan lingkungannya. Dimensi kepribadian atau motivasi meliputi ciri – ciri dorongan untuk berpartisipasi dan mendapat pengakuan, keuletan dalam mengahadapi rintangan , serta pengambilan risiko yang moderat. Berdasarkan definisi pribadi adalah berasal dari diri kami sendiri, yang mana kami berusaha keras untuk membuat tugas karya kreatif yang diberikan oleh Dosen Pengampu , dengan menggunakan seluruh kemampuan berpikir kreatif sehingga menghasilkan karya yang kreatif dan terbaik. 


      Process :
Aspek ini menyatakan bahwa anak dapat mengembangkan kreativitas jika diberikan kebebasan untuk mengekspresikan dirinya secara kreatif dan diberikan waktu untuk bersibuk diri secara kreatif.
Definisi mengenai proses yang terkenal adalah definisi Torrance (1988) tentang kreativitas yang pada dasarnya meliputi seluruh proses kreatif dan ilmiah mulai dari menemukan masalah sampai dengan menyampaikan hasil. Menurut saya, definisi proses itu sendiri mengacu pada bagaimana kita berproses dalam  mempersiapkan diri dalam pemecahan masalah dengan belajar berpikir. Dalam pengembangan kreativitas  seseorang perlu diberikan kesempatan untuk bersibuk diri secara kreatif  serta diberikan kebebasan dalam mengekspresikan diri sendiri.
Dari definisi proses adalah dimulai dari proses kami dalam berpikir untuk menciptakan suatu karya yang kreatif dan inovatif, dilanjutkan dengan proses pembuatan karya yang kreatif dengan menggunakan seluruh kemampuan yang kami miliki dan pada akhirnya akan menghasilkan suatu karya yang kreatif
    
            Press :
Jika dikaitkan dengan aspek ini -di mana pada aspek ini menyatakan bahwa seseorang akan menghasilkan suatu produk kreativitas karena adanya dorongan yang berasal dari diri (motivasi intrinsik) dan dorongan yang berasal dari luar, seperti lingkungan, keluarga, sekolah, dll
Bakat kreatif seseorang akan terwujud dalam lingkungan yang mendukung , tetapi dapat pula terhambat dalam lingkungan yang tidak menunjang . Jadi menurut pendapat saya pribadi, definisi press ini sendiri mengacu pada dorongan yang ada dalam diri individu (motivasi intrinsik), maupun dorongan dari lingkungan (motivasi ekstrinsik), yang mana dorongan tersebut sangat membantu dalam perkembangan kreativitas.
Pendorong yang paling utama adalah dari diri kami sendiri (internal) yang mempunyai usaha dan kerja keras dalam menghasilkan suatu karya kreatif. Sedangkan pendorong lainnya berasal dari luar seperti halnya keluarga kami, yang mendukung untuk menghasilkan produk yang kreatif,selain itu juga adanya pendorong dari luar berupa nilai yang diberikan Dosen Pengampu,sehingga dengan adanya pendorong tersebut kami terus berusaha keras untuk menghasilkan karya yang terbaik .
     
         Produk :
Dan aspek yang terakhir ini adalah aspek yang menyatakan bahwa kondisi anak yang memungkinkan untuk menghasilkan produk yang kreatif adalah kondisi dimana adanya dukungan yang berasal dari luar dan juga diperlukan adanya motivasi yang berasal dari individu tersebut.
Menurut Haefele (1962), kreativitas merupakan kemampuan untuk membuat kombinasi baru yang mempunyai makna sosial . sedangkan menurut definisi Barron kreativitas merupakan kemampuan untuk menghasilkan atau menciptakan sesuatu yang baru. Menurut Rogers (dalam Vernon 1982), kriteria dari produk kreatif adalah; produk itu harus nyata,baru dan merupakan hasil dari kualitas unik individu dalam interaksi dengan lingungannya. Kondisi yang memungkinkan seseorang menciptakan produk kreatif yang bermakna adalah kondisi pribadi dan kondisi  lingkungan, yaitu sejauh mana keduanya mendorong(press)  seseorang untuk melibatkan dirinya dalam proses kegiatan kreatif.
Produk yang kami hasilkan adalah karya kreatif berupa video mengenai proses pembuatan “chocolate cake”

 

Selasa, 15 Oktober 2013

Peranan Keluarga , Sekolah & Masyarakat Dalam Perkembangan Kreativitas Anak


Bab I Pendahuluan
Perkembangan bakat dan kreativitas anak dapat ditinjau dari peranan keluarga, sekolah dan masyarakat. Seperti halnya dalam peranan keluarga , bagaimana cara orang tua dapat mengembangkan kreativitas anak, serta sikap orang tua yang memupuk dan menghambat kreativitas sang anak. Dalam lingkungan sekolah disebutkan bahwa peranan guru anak berbakat sangatlah diperlukan, termasuk karakteristik guru anak berbakat dalam melatih dan mendidik anak berbakat , sedangkan dalam lingkungan masyarakat ditinjau mengenai bagaimana peranan kebudayaan yang mampu mengembangkan kreativitas warga negaranya . Selain itu perlu juga ada motivasi intrinsik pada anak dalam mengembangkan bakat dan potensi , yang mana minat anak harus tumbuh dalam dirinya sendiri, atas keinginannya sendiri.


Rumusan masalah :
Bagaimana pengaruh peranan keluarga, sekolah dan masyarakat dalam perkembangan anak ?

Pembahasan :

Peranan Keluarga
Dalam membantu anak mewujudkan kreativitas mereka , anak perlu dilatih dalam keterampilan tertentu sesuai dengan minat pribadinya dan diberikan kesempatan untuk mengembangkan bakat atau talenta mereka.
Berdasarkan Penelitian Dacey (1989). Dalam keluarga yang memiliki remaja yang kreatif, tidak banyak aturan yang diberlakukan dibandingkan keluarga yang biasa. Orang tua yang merasakan anaknya kreatif akan mendorong dan memberikan banyak kesempatan agar si anak dapat mengembangkan bakat. Gaya hidup dan penilaian orang tua terhadap kreativitas anak juga berpengaruh dalam perkembangan kreativitas . Serta kreativitas dapat berkembang dalam suasana non- otoriter, yang memungkinkan individu untuk berpikir dan menyatakan diri secara bebas(Rogers, dalam Vernon , 1982).  Bebarapa faktor yang menentukan bagaimana sikap orang tua yang mempengaruhi kreativitas anak (menurut Amabile) yaitu : Kebebasan , respek dan kedekatan emosional yang sedang.

Dalam keluarga saya, saya  merasa bahwa kedua orang tua saya termasuk kedalam orang tua yang otoriter ,orang tua saya sulit untuk menghargai pendapat anak,serta banyak aturan-aturan  yang harus saya patuhi. Dan orang tua saya cenderung tidak memberi  kebebasan dan membatasi kegiatan saya, bahkan saya selalu diperlakukan layaknya anak kecil.  Saya juga merasa kurang memiliki kedekatan emosional dengan kedua orang tua bahkan dengan abang saya sendiri.  Walaupun demikian saya tidak terlalu khawatir dengan hal tersebut, saya yakin semua yang dilakukan oleh orang tua saya adalah yang terbaik untuk saya dan saya yakin orang tua saya menginginkan hasil yang terbaik dari saya. Saya menyadari dengan keluarga yang otoriter mungkin kreativitas akan terhambat , namun saya juga tidak terlalu khawatir dengan keadaan keluarga yang seperti itu , menurut saya peranan keluarga memang penting dalam perkembangan kreativitas , namun menurut saya peranan atau dorongan dari luar seperti lingkungan sekolah dan masyarakat jauh lebih penting dalam perkembangan kreativitas.  Selain itu dengan adanya motivasi intrinsik yang tumbuh dari dalam diri saya sendiri, dapat membantu saya dalam mengembangkan bakat kreativitas.

Peranan Sekolah
Bagi anak berbakat guru berfungsi sebagai fasilitator belajar daripada sebagai instruktur semata-mata, istilah fasilitator menunjukkan bahwa tanggung jawab akhir untuk belajar haruslah pada anak dalam menemukan dirinya, yang mana fasilitator membantu dan memudahkan anak dalam proses pengembangan dan perwujudan diri.
Menurut Davis (dikutip dalam Sisk,1987) , ciri-ciri guru anak berbakat adalah:
1.  Sikap demokratis
2.   Ramah dan memberikan perhatian perorangan
3.  Sabar, minat luas
4.  Adil, tidak memihak
5.  Memberi perhatian terhadap masalah anak
6.  Menggunakan pujian
7.   Dan mahir yang luar biasa dalam mengajar

Falsafah mengajar
Belajar sangat penting dan menyenangkan
Anak patut dihargai sebagai pribadi yang unik
Anak hendaknya menjadi pelajar yang aktif
Anak harus merasa nyaman di dalam kelas
Anak harus memiliki rasa kebanggaan di dalam kelas

Strategi Mengajar       
     Penilaian ; Penilaian guru terhadap pekerjaan murid menurut Amabile mungkin merupakan pembunuh kreativitas paling besar.   Memberikan umpan balik yang berarti daripada evaluasi yang abstrak dan tidak jelas.
Melibatkan siswa dalam menilai pekerjaan mereka sendiri dan belajar dari kesalahan mereka.
Hadiah ; Anak senang menerima hadiah dan kadang-kadang melakukan segala sesuatu untuk memperolehnya. Hadiah yang terbaik adalah yang tidak berupa materi (intangible), seperti: senyuman atau anggukan, kata penghargaan,kesempatan untuk menampilkan dan mempresentasikan pekerjaan sendiridan pekerjaan tambahan.
Pilihan ; Kreativitas tidak akan berkembang jika anak hanya dapat melakukan seseatu dengan satu cara.Berilah kegiatan belajar yang tidak berstruktur dalam struktur tertentu.


Maker (1982), karakteristik guru anak berbakat dapat digolongkan menjadi :
1.  Karakteristik filosofis :  guru anak berbakat perlu mencerminkan sikap kooperatif dan demokratis , serta mempunyai kompetensi dan minat terhadap pembelajaran
2.   Karakteristik professional : strategi untuk mengoptimalkan belajar siswa, , keterampilan bimbingan dan penyuluhan serta pemahaman psikologi siswa
3.  Karakteristik pribadi : meliputi empati, kesejatian, aktualisasi diri, dan antusiasme atau semangat
Plowman (dalam Sisk , 1987) membedakan karateristik pofesional guru anak berbakat yaitu :
1.  Assessment anak berbakat
2.  Mengetahui sifat dan kebutuhan anak berbakat
3.  Mengetahui tentang berbagai program untuk anak berbakat , minat dan komitmen terhadap pembelajaran anak berbakat
4.  Mengetahui dan mampu untuk membimbing anak berbakat dan orang tua mereka
5.  Serta mengetahui kecenderungan dalam pendidikan anak berbakat

Menurut saya peranan guru dan sekolah sangatlah penting dalam perkembangan kreativitas seorang anak, saya merasa ketika saya duduk di bangku SMA , saya memiliki seorang guru yang benar – benar dapat membimbing saya menjadi yang terbaik dan menjadi pribadi yang kreatif. Dia adalah guru fisika serta menjadi wali kelas saya, yaitu “Bpk Efendi”.  Menurut saya dia adalah seorang guru yang paling bisa mengerti dengan keadaan setiap muridnya, mampu menjadikan setiap siswanya menjadi pelajar yang aktif, dia  mempunyai sikap yang tegas, sabar, dan mahir dalam mengajar dan membimbing murid-muridnya. Disaat saya merasa jatuh, malas sekolah dan sulit untuk belajar, dia terus membimbing dan mendorong saya untuk berubah ,dengan caranya yang tegas dalam memberikan nasihat , dia berusaha keras mendidik saya agar bisa berubah dan menjadi rajin belajar dan berprestasi, serta  selalu mendukung dengan keputusan yang saya ambil. Menurut saya dia adalah guru anak berbakat yang terbaik , karena dia sangat memenuhi kriteria dari karakteristik guru anak berbakat, seperti selalu mengoptimalkan belajar siswa , empati , serta dapat memberikan bimbingan dan penyuluhan psikologi siswa.

Peranan masyarakat
Suatu masyarakat yang berdasarkan hukum yang adil, yang memungkinkan kondisi ekonomi dan psikologis yang paling baik bagi warga negaranya , merupakan lingkungan yang kondusif untuk pertumbuhan kreativitas.
Arieti (1976) mengemukakan beberapa faktor sosiokultural yang creativogenic yaitu :
1.      Tersedianya sarana-prasarana kebudayaan
2.      Keterbukaan terhadap rangsangan kebudayaan
3.      Penekanan pada becoming tidak hanya pada   being
4.      Memberikan kesempatan terhadap  media   kebudayaan bagi  semua warga negara
5.      Mengahargai rangsangan dari kebudayaan   yang  berbeda
6.      Toleransi dan minat terhadap pandangan   divergen
7.       Interaksi antara pribadi yang berarti
8.       Serta adanya penghargaan
Menurut Simonton (1978), ada tujuh perubah yang mempengaruhi perkembangan kreatif seorang individu, yaitu pendidikan formal, adanya model peran, fragmentasi politis, keadaan perang, gangguan sipil, Zeitgeist, dan ketidakstabilan politis. Kesimpulan Simonton tentang pentingnya kondisi sosiokultural terhadap perkembangan kreativitas , mengarahkan perhatian terhadap pengaruh dalam kebudayaan yang dapat memudahkan atau menghambat kreativitas anak.

Menurut pendapat saya pernanan lingkungan masyarakat mengambil peran penting dalam perkembangan kreativitas anak,dalam lingkungan tempat saya tinggal banyak tempat kursus yang dibuka untuk meningkatkan bakat dan kemampuan kreativitas anak didik, diantaranya tempat les menari, bermian musik, melukis , merakit robot, berbahasa dan lain sebagainya. Ketika saya Sd saya juga mengikuti sanggar tari, disana saya diajari banyak tari-tari tradisional dari Indonesia , saya menyadari dengan saya ikut dalam sanggar tari tentu bakat dan kreativitas akan meningkat.  Dengan tersedianya sarana dan prasarana yang ada dilingkungan masyarakat, tentu ini akan membantu setiap anak didik dalam mengembangkan bakat kreatif  dan potensi yang ada dalam diri individu.

Kesimpulan
Kesimpulan yang bisa saya ambil adalah semua peranan yang ada, baik itu pernana  dalam keluarga, sekolah, maupun masyarakat, semua sangat berperan penting dalam perkembangan kreativitas.  Dalam lingkungan keluarga tentu dibutuhkan orangtua yang mendukung dan memberikan kebebasan kepada anak untuk menjadi pribadi yang kreatif, dalam lingkungan sekolah dibutuhkan seorang guru yang demokratis, empati, serta mampu mendidik dan memberikan dukungan  yang baik terhadap siswanya , serta dalam lingkungan masyarakat yang diperlukan adalah sarana dan prasana untuk mengembangkan bakat kreatif setiap anak.